Ma'had Aly Al-Iman

Ma'had Aly Al-Iman

Metodologi Penafsiran Mufassir (1): Tafsir bil Ma’tsur (Part 1)

Perjalanan panjang tafsir yang telah dilalui menggambarkan -bagi pembacanya- sejauh mana para ulama dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an. Selain itu, rekaman sejarah tersebut juga memperlihatkan kecenderungan langkah yang digunakan para ahli tafsir dalam mengejawentahkan makna-makna yang berada dibalik al-Qur’an. Berjilid-jilid kitab yang dihasilkan oleh para ahli tafsir diproduksi melalui cara dan bentuk yang beragam. Mulai dari …

Metodologi Penafsiran Mufassir (1): Tafsir bil Ma’tsur (Part 1) Selengkapnya »

Tingkatan Para Mufassir (Part 2)

Al-Qur’an memberikan pelajaran tentang bagaimana cara menyikapi sejarah masa lalu, kejadian-kejadian kontemporer, dan tentang berita-berita masa depan. Dalam kajian tafsir “Tingkatan Para Mufassir, Part 1” telah dipaparkan sekilas tentang tingkatan para mufassir (sampai tingkatan kelima). Pada kesempatan kajian kali ini, kami -Mahasantri Ma’had Aly Al-Iman Bulus- akan sedikit menghidangkan sekilas tentang tingkatan para mufassir berikutnya. …

Tingkatan Para Mufassir (Part 2) Selengkapnya »

Tingkatan Para Mufassir (Part 1)

Al-Qur’an adalah sumber pertama bagi umatnya Nabi Muhammad Saw. Kebahagiaan mereka bergantung pada kemampuan memahami maknanya, pengetahuan rahasia-rahasianya dan pengamalan apa yang terkandung didalamnya. Kemampuan setiap orang dalam memahami al-Qur’an tentu berbeda, padahal penjelasan ayat-ayatnya sedemikian gamblang, jelas dan rinci. Perbedaan daya nalar diantara mereka ini adalah suatu hal yang tidak dipertentangkan lagi. Kalangan awam …

Tingkatan Para Mufassir (Part 1) Selengkapnya »

Perkembangan Tafsir dari Masa ke Masa (Part 3)

Al-Qur’an diturunkan untuk membimbing manusia kepada tujuan yang terang dan jalan yang lurus, menegakkan suatu kehidupan yang didasarkan pada keimanan kepada Allah Swt dan risalah-Nya. Selain itu, ia juga memberikan pelajaran untuk mereka tentang bagaimana cara menyikapi sejarah masa lalu, kejadian-kejadian kontemporer, dan tentang berita-berita masa depan. al-Qur’an memberikan pelajaran tentang bagaimana cara menyikapi sejarah …

Perkembangan Tafsir dari Masa ke Masa (Part 3) Selengkapnya »

Nderek Kyai, dari Kepribadian Santri hingga Proses Berguru ala Orang Awam

Proses Islamisasi Nusantara banyak terjadi melalui proses akulturasi, yaitu dengan mengislamkan tradisi atau budaya lokal masyarakat setempat, hingga istilah-istilah yang berlaku dan digunakan. Misalnya, sebagaimana kita ketahui, oleh masyarakat Jawa ulama dikenal dengan istilah kyai, bukan syaikh dsb. Kyai inilah yang menjadi pemimpin dan panutan di daerahnya masing-masing. Dari masa ke masa Kyai menjadi pemeran …

Nderek Kyai, dari Kepribadian Santri hingga Proses Berguru ala Orang Awam Selengkapnya »

Syekh Ibnu Qosim al-Ghozy, Sang Pengarang Fath al-Qorib

Nama dan Kelahiran Nama lengkap beliau adalah Abu Abdillah Muhammad bin Qosim bin Muhammad bin Muhammad Syamsuddin al-Ghazy al-Qahiri asy-Syafi’i. Beliau terkenal dengan dua nama, yaitu Ibnu Qosim atau Ibnu al-Gharabily. Beliau lahir pada bulan Rajab bertepatan dengan tahun 859 H. Beliau tumbuh besar ditanah kelahirannya. Rihlah Keilmuan Syekh Ibnu Qosim memulai perjalanan pendidikannya di …

Syekh Ibnu Qosim al-Ghozy, Sang Pengarang Fath al-Qorib Selengkapnya »

Perkembangan Tafsir dari Masa ke Masa (Part 2)

Al-Qur’an adalah mukjizat Islam yang abadi dimana semakin maju ilmu pengetahuan, semakin tampak validitas kemukjizatannya. Allah Swt menurunkannya kepada Nabi Muhammad Saw, demi membebaskan manusia dari berbagai kegelapan hidup menuju cahaya Ilahi, dan membimbing mereka ke jalan yang lurus. Rasulullah menyampaikannya kepada para sahabatnya -sebagai penduduk asli Arab- yang sudah tentu dapat memahami tabiat mereka. …

Perkembangan Tafsir dari Masa ke Masa (Part 2) Selengkapnya »

Malu Bertanya, Sesat di Jalan

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) ‘bertanya’ berarti meminta keterangan (penjelasan). Bertanya merupakan metode untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Bertanya adalah salahsatu warisan dalam literatur agama Islam yang perlu dijaga dan dilestarikan eksistensinya. Dahulu, para sahabat selalu bertanya kepada Rasulullah terhadap sesuatu yang belum diketahui mereka. Bertanya juga berperan besar dalam mengembangkan arus pemikiran santri. …

Malu Bertanya, Sesat di Jalan Selengkapnya »

Perkembangan Tafsir dari Masa ke Masa (Part 1)

Telah menjadi sunnatulloh bahwa Dia mengutus setiap Rasul dengan menggunakan bahasa kaumnya. Hal tersebut agar komunikasi diantara mereka berjalan dengan sempurna. Allah swt berfirman: وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِۦ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ فَيُضِلُّ ٱللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ “Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya …

Perkembangan Tafsir dari Masa ke Masa (Part 1) Selengkapnya »

Mengapa Kita Membutuhkan Tafsir ?

Isi kandungan al-Qur’an mencakup semua aspek kehidupan manusia, baik jasmani maupun rohani, urusan dunia maupun akhirat, urusan pribadi, keluarga, masyarakat bahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, al-Qur’an juga memperhatikan persoalan intelektualitas, emosional dan spiritualitas, pun juga menyangkut persoalan akidah, syariat dan akhlak. Jadi, tidak ada satu sisi kehidupan pun -besar maupun kecil- kecuali …

Mengapa Kita Membutuhkan Tafsir ? Selengkapnya »