Makul Tafsir Nusantara

Gambaran Perang Kurun Nabi Saw

Pada dasarnya, surat al-‘Adiyat menerangkan tentang orang-orang yang kufur akan nikmat yang Allah limpahkan, amat kikir, begitu cinta akan dunia sehingga melupakan akhirat, dan enggan berbuat kebajikan.[1] Pada surat sebelumnya, yaitu surat al-Zalzalah, Allah telah menerangkan balasan orang-orang yang berbuat kebajikan dan keburukan. Nah, pada surat al-‘Adiyat -yang berarti kuda perang yang berlari kencang[2] dan termasuk kategori surat Makiyyah, Allah menghardik orang-orang yang mengutamakan dunia ketimbang akhirat yang mana akan mendapatkan siksa yang amat pedih kelak.[3] Namun dibalik itu, permulaan surat al-‘Adiyat menerangkan gambaran perang yang tengah berkecamuk. Sebab asbabun nuzul pada surat al-’Adiyat mengenai kebingungan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mengirim pasukan berkuda. Dan selama satu bulan, pasukan tersebut tak ada kabar.[4] Lantas Allah menurunkan surat al-‘Adiyat untuk untuk memberi kabar tentang keadaan pasukan tersebut yang tengah berjuang demi agama Allah. Lalu bagaimanakah gambaran peperangan tersebut? simak ulasannya.

Tafsir Q.S. Al-Qadr

Malam tersebut aman dari angin, bahaya, petir, dan malapetaka seperti yang dikatakan oleh Abu Muslim dan Ibnu Abbas. Para malaikat turun berduyun-duyun membawa rahmat mulai dari malam hari sampai terbitnya fajar. Tidak ada keburukan diwaktu tersebut sejak terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar.

Tafsir Q.S. Al-Bayyinah

Surat ini seolah menjadi alasan bagi surat sebelumnya. Dalam surat sebelumnya terdapat pembahasan tentang penurunan al-Qur’an, sedangkan dalam surat ini menerangkan sebuah bukti yang dapat menyadarkan orang-orang musyrik dari kesesatan dan kebodohan mereka. Bukti tersebut berupa al-Qur’an yang dibacakan oleh Nabi saw.

Tafsir Q.S. Al-‘Alaq

Ayat pertama memerintahkan membaca demi karena Allah, yang merupakan salah satu contoh upaya mendekatkan diri kepada-Nya, sedangkan ayat terakhir menekankan perintah mendekatkan diri secara umum sambil melarang taat kepada siapa pun yang memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan ketetapan Allah.