Hari Kedua Kongres ke-3 Dema Amali, Sesi 1 – Seminar



Rabu, 23 Februari 2022 bertepatan dengan tanggal 22 Rajab 1443, seminar Dema Amali diselengarakan. Acara ini dibuka dengan sambutan Mudir Ma’had Aly Al-Iman, K. Nasrudin, S.Pd.I, M.S.I. Beliau mengungkapkan, “Selamat dan sukses atas terselengaranya acara kongres ke 3 Dema Amali, juga menuturkan terimakasih banyak kepada semua pihak yang mendukung, kami ucapkan jazakumullah ahsanal jaza‘.”

Seminar ini mengambil tajuk “Strategi Optimalisasi Peran Dema Amali sebagai pusat Pergerakan Mahasantri Ma’had Aly se-Indonesia dalam Upaya Mewujudkan Masyarakat Fiqhi” oleh 3 pemateri sekaligus yang dimoderatori oleh Bpk. Amin Ma’ruf, S.Pd.I,.


Pemateri pertama oleh KH. Nur Hannan, Lc, M.H.I, beliau menyampaikan, “Mahasantri merupakan pemuda intelektual yang tinggal di pesantren dan merupakan kader kyai atau ulama. Dema amali sebagai wadah untuk menempa, mengasah, dan mengaktualisasikan diri untuk menjadi pemimpin Indonesia.” Beliau juga berharap mahasantri dapat berkontribusi nyata untuk menyongsong Indonesia emas pada tahun 2045.


Selanjutnya, pemaparan materi kedua dibawakan oleh bendahara Amali, K. Nur Salikin, M.H.I, beliau menuturkan dengan amat tegas, “Ciri khas santri yang menjadi beda dengan yang lain, adalah membumi (terjun ke masyarakat). Banyak mahasiswa yang konseptualnya melangit, tapi dalam realitanya mereka nol dibidang sosial. Maka program program yang ada harus membumi!”.

Lebih detail: Mahasantri tak hanya berinovasi, tapi juga harus jadi penemu


Yang terahir materi disampaikan oleh Dr. KH. A. Muhyiddin Khatib, M.H.I selaku penasehat Dewan Amali sekaligus dewan majlis masyayikh. Beliau mengutip dawuh KH. Maimun Zubair, bahwa yang namanya santri adalah orang yang sedang dalam proses tafaquh fiddin. kemudian beliau juga menuturkan maqolah Imam Syafi’i yang berbunyi:

حياة الفتى والله بالعلم والتقى * اذالم يكونا لاعتباراً لذاته.
Maqolah tersebut adalah bentuk apresiasi bagi orang yang memiliki ilmu, maksudnya hidupnya seorang pemuda harus dilandasi ilmu dan ketaqwaan. Seperti yang dijelaskan pada al-Quran dalam surat al-Mujadalah ayat 11:
يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ

Acara berlanjut dengan penyerahan cindera mata secara simbolis oleh Ma’had Aly Al-Iman Bulus kepada Narasumber, dan juga dari Dema Amali kepada Amali. Kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dr. KH. A. Muhyiddin Khatib, M.H.I.

Lebih detail: Progam-progam Dema Amali diupayakan mampu membumi

Dema Amali, Akrom!

mahadalyalimanAcara berlanjut dengan penyerahan cindera mata secara simbolis oleh Ma’had Aly Al-Iman Bulus kepada Narasumber, dan juga dari Dema Amali kepada Amali.
Kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dr. KH. A. Muhyiddin Khatib, M.H.I.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *