Prosesi

Prosesi

Disini kumakamkan diksi-diksi

Meski mereka belum sempurna mati

Mengafaninya dengan kain kaca agar kau tahu persis berapa jumlah aksara yang tertera disana

Di sekujur tubuh yang penuh nganga luka

Kau bungkam setiap kata yang berkelana arungi senyap malam

Kaulah hitam

Penguasa kelam

Segenap sajak kau buat lebam lalu benam

Kau telanjangi setiap lembar baju rindu hingga tersisa seonggok pilu

Yang tergelatak tanpa gerak, diam, bisu kemudian kaku

Kau bilang peduli pada kemolekan puisi

Tapi kau biarkan ia bersolek dengan kolusi dan manipulasi lalu bergumul mesra dengan ilusi yang sarat polusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *