Tafsir al-Qur’an tentang Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

Nasionalisme adalah paham kebangsaan atau kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama berusaha mencapai, mempertahankan dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran dan kekuatan sebuah bangsa, atau dibahasakan dengan semangat kebangsaan.

Al-Quran menggambarkan tanah air sebagai suatu hal yang sangat berharga. Dalam Firman-Nya Surah al-Qashas Ayat 85, terdapat isyarat bahwa mencintai tanah air adalah sebagian dari iman,

إِنَّ ٱلَّذِى فَرَضَ عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لَرَآدُّكَ إِلَىٰ مَعَادٍ

“Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali”. (al-Qashas: 85)

Ayat diatas turun saat Nabi saw dalam perjalanan malam menuju Madinah. Sesampainya di daerah Juhfah, Nabi saw merasakan kerinduan yang teramat mendalam pada tanah air Mekah. Lalu, Jibril turun dan menyampaikan ayat ini.

كَمْ مِنْ مَنْزِلٍ فِيْ الأرْضِ يَعْشِقُهَا الفَتَى  #  وَحَنِيْنُهُ أَبَدًا لِأَوَّلِ مَنْزِلٍ

“Sekian banyak tempat di muka bumi yang disukai seseorang, tetapi kerinduannya hanya tertuju ke tumpah darahnya”.

(Syekh Abu Tammam)

Dalam karya tafsirnya, Ruh al-Bayan, Syekh Ismail Haqqi bin Musthafa al-Istanbuly al-Hanafy (w.1127) memaparkan bahwasanya dalam ayat diatas terdapat sebuah isyarat bahwa cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Beliau menuturkan, bahwasannya makna ayat tersebut adalah: “Allah adalah Dzat yang mengembalikanmu pada suatu tempat, yang karena keagungannya, tempat tersebut layak dituju oleh orang-orang yang telah diusir darinya. Tempat tersebut tidak lain adalah Mekkah yang mulia, tanah airmu didunia ini.”

Dalam tafsir ayat ini -masih menurut beliau- terdapat isyarat bahwa cinta tanah air merupakan sebagian dari iman. Betapa seringnya Rasulullah saw mengucapkan, “Duhai tanah airku!, Duhai tanah airku!”, lantas Allah swt mengabulkan kerinduan Rasulullah saw akan tanah airnya itu.

Selain dari dalil al-Quran beserta Tafsirnya diatas, didalam sebuah atsar dari Sayyidina Umar bin Khattab sebagaimana dikutip oleh Syekh Ismail Haqi dalam kitab Ruh al-Bayan, (6): 320,  juga dipaparkan akan begitu pentingnya cinta tanah air,

قال عمر رضى الله عنه: لولا حب الوطن، لخرب بلد السوء؛ فبحب الأوطان عمرت البلدان

Sayyidina Umar Ra berkata: “Seandainya tidak ada cinta tanah air, niscaya negeri yang hancur akan semakin terpuruk. Maka dengan cinta tanah air, negara-negara akan termakmurkan”.

(Syekh Ismail Haqqi, Tafsir Ruh al-Bayan, (6): 320).


Akhir kata,

وإن تجــد عيبـا فسـدّ الخـللا ¤ فــجلّ من لا عيب فيه وعــلا

Wallahu a’lamu bishshowab

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *