Tafsir Q.S. Al-‘Alaq

Mukadimah

Surat al-‘Alaq bisa disebut dengan surat al-Qalam atau bisa juga dinamakan surat al-Iqra’ (karena Allah memulai surat ini dengan lafal iqra’). Surat ini termasuk surat Makiyyah yang mana terdiri dari 19 ayat, 72 kata, dan 270 huruf.

Asbabun Nuzul

Diriwayatkan dari Imam Muslim Abu Jahal berkata, “Apakah (kalian biarkan) Muhammad menaruh wajahnya (bersujud) di tengah-tengah kalian?” Lalu dikatakan, “Ya.” Maka Abu Jahal berkata, “Demi Latta dan ‘Uzza, jika aku melihatnya sedang melakukan hal itu, maka aku akan injak lehernya atau aku lumuri mukanya dengan debu.” Abu Hurairah berkata, “Maka Abu Jahal mendatangi Rasulullah SAW ketika Beliau sedang shalat karena menyangka akan dapat menginjak leher Beliau. Lalu ia (Abu Jahal) membuat mereka (kawan-kawannya) kaget karena ternyata mundur ke belakang dan menjaga dirinya dengan kedua tangannya. Ia pun ditanya, “Ada apa denganmu?” Abu Jahal berkata, “Sesungguhnya antara aku dengan dia (Nabi Muhammad SAW) ada parit dari api, hal yang menakutkan, dan sayap-sayap.” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Kalau sekiranya ia mendekat kepadaku, tentu malaikat-malaikat akan merenggut anggota badannya sepotong demi sepotong.”

Munasabah

Pada surat at-Tiin tepatnya ayat 4 yang mana membahas tentang bentuk manusia. Sedangkan pada surat al-‘Alaq ayat 2 menjelaskan tentang unsur-unsurnya.

Penafsiran

Ayat 1

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ – ١

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,

Ayat ini adalah khitob pertama Ilahi yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dan ayat ini menjadi awal turunnya ayat al-Qur’an. Allah memerintahkan untuk membaca dengan menyebut nama-Nya karena menjadi adab dalam membaca.

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ – ٢

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Ayat 2

Menciptakan manusia dengan bentuk yang indah

العلق jamaknya adalah علقة yang berarti lintah

الانسان secara khusus di sebutkan sebagai bentuk kemulyaan Manusia

علقة merupakan serpihan dari sesuatu yang basah (qurtubi)

Ayat 3

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ – ٣

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,

اقرأ (yang disini bertujuan untuk mengukuhkan lafal yang pertama) Tidak ada dzat yang menyamaiNya bahkan menGungguli Nya.

keutamaan menulis yang di dalamnya terdapat manfaat yang besar karena dengannya ilmu akan terjaga dan hukum terbubukan.

Ayat 4

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ – ٤

Yang mengajar (manusia) dengan pena.

Dzat yang mengajarkan menulis dengan qolam. Yang mana dengan tulisan tersebut dapat diketahui beberapa perkara ghaib. Didalam menulis juga mengingatkan terhadap keutamaan menulis yang di dalamnya terdapat manfaat yang besar karena dengannya ilmu akan terjaga dan hukum terbubukan.

Allah mengajarkan Nabi Adam AS nama segala sesuatu. Pendapat lain mengatakan yang di maksud dengan lafal الانسان yaitu nabi.

Ayat 5

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ – ٥

Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Lafal  ما لم يعلم  menjelaskan tentang dzat yang mengajarkan manusia apa yang tidak mereka ketahui sebelum mereka mengetahuinya, Pendapat lain mengatakan Allah mengajarkan Nabi Adam AS nama segala sesuatu. Pendapat lain mengatakan yang di maksud dengan lafal الانسان yaitu nabi.

Ayat 6

كَلَّآ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰىٓ ۙ – ٦

Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas.

Ayat 7

اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰىۗ – ٧

Apabila melihat dirinya serba cukup.

Ketahuilah bahwasanya manusia melampaui batas (mengikuti hawa nafsu, dan merasa sombong terhadap tuhanya serta merasa dirinya kaya).

Ayat 8

اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجْعٰىۗ – ٨

Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu).

Sesungguhnya kepada tuhanmu lah engkau (kembali) secara keseluruhan, yaitu mati kemudian dibangkitkan lalu diperlihatkan dari apa yang diperbuat.

Ayat 9

اَرَاَيْتَ الَّذِيْ يَنْهٰىۙ – ٩

Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang?

Ayat 10

عَبْدًا اِذَا صَلّٰىۗ – ١٠

Seorang hamba ketika dia melaksanakan salat,

Ayat ini merupakan ungkapan takjub tentang kondisi dari Abu Jahal yang mencegah nabi melaksanakan sholat. Para mufassir bersepakat bahwa lafal (عبد) dalam ayat ini adalah Nabi Muhammad SAW.

Ayat 11

اَرَاَيْتَ اِنْ كَانَ عَلَى الْهُدٰىٓۙ – ١١

bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang salat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk).

Ayat 12

اَوْ اَمَرَ بِالتَّقْوٰىۗ – ١٢

atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

Menurut mayoritas ulama lebih tertuju pada nabi supaya ucapan tersebut berada dalam satu susunan. Pendapat lain mengatakan tertuju kepada orang kafir. (التقوى) yang dimaksud dengan lafal ini adalah ikhlas tauhid dan menjalankan amal sholeh.

Ayat 13

اَرَاَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ – ١٣

Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?

Ayat 14

اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىۗ – ١٤

Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?

Bagaimana pendapatmu tentang seorang yang mencegah nabi jika ia mendustakan dan berpaling dari iman? Apakah ia tidak mengetahui apa yang ia perbuat? Lalu membalasnya.

Ayat 15

كَلَّا لَىِٕنْ لَّمْ يَنْتَهِ ەۙ لَنَسْفَعًاۢ بِالنَّاصِيَةِۙ – ١٥

Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (ke dalam neraka).

Ayat 16

نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍۚ – ١٦

Yaitu ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.

Jika ia tidak berhenti menyakiti nabi niscaya Allah akan menarik ubun-ubunya kemudian menyeretnya dengan kasar. (ناصية) yang dimaksud adalah rambut bagian depan kepala dan pemiliknya adalah seorang pembohong yang melakukan kotor dan dosa.

Ayat 17

فَلْيَدْعُ نَادِيَهٗۙ – ١٧

Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya).

Ayat 18

سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَۙ – ١٨

Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah, (penyiksa orang-orang yang berdosa).

Ayat 19

كَلَّاۗ لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ – ١٩

Sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).

Abu jahal memanggil kaum dan kerabatnya seraya minta tolong kepada mereka, kemudian kami akan memanggil malaikat azab untuk Abu Jahal, agar menyiksanya sampai dia mengetahui siapa yang menang. Kelompok kami atau kelompoknya?Janganlah kamu menaati Abu Jahal yang telah melarangmu untuk terus menerus beribadah. Shalatlah sesukamu, janganlah kamu memperdulikan dan memperhatikannya, Allah menjaga dan menolongmu. Dia menjagamu dari manusia. Bersujudlah kepada Allah mendekatlah kepada-Nya.

Demikian surah ini ditutup oleh Allah swt. dengan perintah mendekatkan diri kepada-Nya dengan melakukan berbagai aktivitas yang menunjang. Dan dengan demikian bertemulah ayat pertama surah ini dan ayat terakhirnya dalam satu keserasian. Ayat pertama memerintahkan membaca demi karena Allah, yang merupakan salah satu contoh upaya mendekatkan diri kepada-Nya, sedangkan ayat terakhir menekankan perintah mendekatkan diri secara umum sambil melarang taat kepada siapa pun yang memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan ketetapan Allah.

Referensi:

  1. Kitab Firdaus an-Naim karya : Abu Nur Rukn ad-Din Thoifur ‘Aly Wafa
  2. Kitab Shafwah at-Tafasir karya : Syekh Muhammad Ali as-Sobuni
  3. Kitab Tafsir Munir karya : Dr. Wahbah Bin Musthafa Az-Zuhaily

Wallahu a’lam bishowab.

Oleh: Sahrul Aziz & Gufron Faqih (mahasantri angkatan II)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *