The Forgotten Ones from The al-Fatihah

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum-hukum yang berhubungan dengan surah al-Fatihah, antara lain:

1. Apakah Basmalah termasuk Bagian dari Surah al-Fatihah dan Surah-surah lain dalam al-Qur’an?
Mengenai hal ini, ada 3 perbedaan:

a. Imam Maliki dan Hanafi mengatakan bahwa bismillah bukanlah termasuk ayat dari surat fatihah dan surat lain dalam al-Qur’an kecuali dalam surat an-Naml yang berada ditengah-tengah surah. Golongan ini berargumen dengan menggunakan hadits shahabat Anas ra:

صليت مع رسول الله صلى الله عليه وسلم وأبي بكر وعمر وعثمان رضي الله عنهم,فلم أسمع أحدا منهم يقرأ بسم الله الرحمن الرحيم .

b. Abu Abdillah bin Mubarok mengatakan bahwa lafal bismillah termasuk ayat dari setiap surat dalam al-qur’an. Beliau berargumen dengan menggunakan HR. Imam Muslim dari sahabat Anas:


بينا رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم بين أظهارنا إذا أغفى اغفاءة ثم رفع رأسه متبسما,فقلنا ما أضحكك يا رسول الله؟ قال نزلت علي أنفا سورة فقرأ بسم الله الرحمن .إنا أعطيناك الكوثر.فصل لربك وانحر إنشانئك هو الأبتر

c. Imam Syafi’iyah dan Hanabilah mengatakan bahwa lafal bismillah termasuk ayat dari setiap surah, termasuk surah al fatihah kecuali surat at-Taubah. Dengan dalil kesepakatan para sahabat yang menuliskan lafal bismillah diawal setiap surat kecuali surat at-Taubah, dan seperti yang telah diketahui bersama bahwasannya mereka tidaklah menulis sesuatu apapun yang bukan al-qur’an didalam mushaf.

Beliau berdua berargumen dengan HR. Imam ad-Daruquthni dari Abi Hurairah dari rasulullah SAW bersabda:


إذا قرأتم :الحمد لله رب العالمين ,فاقرؤا بسم الله الرحمن الرحيم, إنها ام القرأن ,وأم الكتاب, والسبع المثاني, وبسم الله الحمن الرحيم أحد أياتها. وإسناده صحيح

2. Bagaimanakah Hukum Membaca Basmalah dalam Shalat?

Mengenai hal ini, ada 2 perbedan :
a. Imam Syafi’i , berpendapat bahwasanya wajib membaca bismillah dengan mengeraskan suara pada sholat yang disunnahkan untuk membaca keras (jahr), dan merendahkan suara pada sholat yang disunnahkan membaca pelan (sirr). Alasannya adalah karena bismillah termasuk ayat dari al-qur’an dan dibaca keras karena bismillah dibaca setelah ta’awudz, jadi sunnahnya adalah dibaca keras seperti ayat-ayat al-fatihah yang lain.
Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan Imam Ibnu Abbas :

أن النبي صلى الله عليه وسلم جهر ببسم الله الرحمن الرحيم

b. Imam Hanbali dan Hanafi, berpendapat bahwasanya membaca bismillah dengan tidak mengeraskan suara baik dalam sholat sirr maupun jahr.

3. Wajib atau Tidakkah Membaca Surat al-Fatihah dalam Shalat?. Mengenai ini ada 2 pendapat :

a. Hanafiyah , tidak wajib membaca surat fatihah , yang wajib hanyalah mutlaknya membaca al-qur’an (bagi imam dan orang yang shalat munfarid), sedangkan makmum tidak perlu membaca apapun. Adapun yang wajib dibaca adalah 3 ayat pendek atau satu ayat yang panjang.
Adapun dalilnya adalah:

فاقرؤا ما تيسر من القرأن (المزمل :73

Dan hadits:


إذا قمت إلى الصلا ة,فاسبغ الوضوء ,ثم استقبل القبلة ,ثم اقرأ ما تيسر معك من القرأن


Adapun dalil makmum tidak perlu membaca apapun adalah:

وإذا قرئ القرأن فاستمعو له وأنصتوا لعلكم ترحمون (الأنفال :7)

b. Malikiyah, Syafi’iyah dan Hanbaliyah, berpendapat bahwasanya wajib membaca fatihah bagi imam dan orang yang salat munfarid. Pendapat inilah yang shahih. Adapun dalilnya adalah:


لا صلاة لمن لم يقرأ بفاتحة الكتاب .

Dan,
لا تجزئ صلاة لايقرأ فيها بفاتحة الكتاب .

Baca Juga : Menuju Senja

4. Hukum membaca fatihah bagi makmum diperinci sebagai berikut:

a. Menurut Imam Syafi’i makmum diwajibkan membacanya dalam setiap rakaat sama halnya dengan imam dan orang yang salat munfarid, baik dalam shalat jahr maupun sirr, baik dalam shalat sunnah maupun wajib dengan dalil hadis berikut:


لا صلاة لمن لم يقرأ بفاتحة الكتاب

Dan hadits;


صلى رسول الله صلى الله عليه وسلم الصبح فثقلت عليه القراءة فلما انصرف قال : إني أراكم تقرؤن وراء إمامكم قال قلنا يا رسول الله اي والله, قال: لاتفعلوا إلا بأم القرأن ,فإنه لا صلاة لمن لم يقرأ فيها

Adapun menurut Imam Malik dan Imam Hanbal, makmum tidak wajib membaca fatihah dalam shalat jahr, fatihahnya makmum hanya disunnahkan dalam shalat sirr saja.
Dengan dalil hadis sebagai berikut:

أن النبي صلى الله عليه وسلم انصرف من صلاة جهر فيها بالقراءة ,فقال :هل قرأ أحد منكم أنفا؟ فقال رجل:نعم يا رسول الله,قال: فإني أقول : ما لي أنازع القرأن ,فانتهى الناس عن القراءة مع رسول الله صلى الله عليه وسلم فيما يجهر فيه من الصلوات بالقراءة, حين سمعوا ذالك من رسول الله صلى الله عليه وسلم

Adapun dalil disunnahkan membacanya dalam shalat sirr adalah:


إذا أسررت بالقراءة

5. Bagaimanakah Hukum Membaca Amin dalam Sholat?

Mengenai hal ini, ada 2 pendapat:
a. Menurut Madzhab Malikiyah dan Hanafiyah, lebih baik melirihkan suara saat melafalkan amin karena lafal tersebut merupakan doa. Dalilnya adalah firman Allah SWT:


ادعوا ربكم تضرعا و خفية

Dan hadis Imam Ibnu Mas’ud:


أربع يخفيهن الإمام :التعوذ,التسمية,تأمين,تحميد أي قول ربنا لك الحمد

b. Menurut Madzhab Syafi’iyah dan Hanabilah, lafal amin dibaca keras ketika berada dalam shalat jahr (salat yang disunnahkan membaca keras) dan lafal amin dibaca lirih ketika dalam shalat sirr (salat yang disunnahkan membaca lirih),dan makmum membaca amin bersamaan dengan membaca aminnya imam. Dalilnya adalah HR.Abu Hurairah

:كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا تلا غير المغضوب عليهم ولا الضالين , قال: أمين حتى يسمع من يليه من الصف الأول.

Wallahu a’lamu bisshowab

Referensi: Al-Jami’ Li Ahkamil Qur’an / Tafsir Al-Qurtubi dan Tafsir Munir fil ‘Aqidah wa Syari’ah wal Manhaj karya Syekh Wahbah az-Zuhaily

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *