Yang Perlu Diperhatikan dalam Niat Shalat Witir

Shalat witir merupakan salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan. Witir secara bahasa bermakna ganjil. Shalat witir berarti shalat yang bilangan rakaatnya adalah ganjil. Shalat witir dilaksanakan menimal satu rakaat dan maksimal sebelas rakaat. Adapun shalat witir yang biasanya diamalkan dikalangan kita pada malam bulan Ramadhan berjumlah tiga rakaat karena ini merupakan jumlah minimal kesempurnaan shalat Witir.

Hal yang perlu di perhatikan dalam pelaksanaan shalat witir tiga rakaat (dua rakaat salam ditambah satu rakaat salam) adalah niat shalat witir tersebut.

Apabila dalam niat dua raka’at tersebut menggunakan lafal “rak’ataini“, maka harus menambahi lafal “minal witri”. Sehingga, apabila tidak menambahinya, maka shalatnya tidak sah, sebab dua raka’at tersebut bukanlah merupakan witir (ganjil), melainkan saf’un (genap).

Sedangkan dalam niat rakaat terakhir bisa juga dengan menggunakan lafal “rak’atan minal witri” karena sejatinya satu rakaat terakhir merupakan bagian dari dua rekaat sebalumnya.

Baca Juga : Aku Bukan Mujtahid

Untuk lebih jelasnya berikut adalah lafal niat untuk yang dua raka’at :

  أصلى سنة ركعتين من الوتر مستقبل القبلة أداء اماما /مأموما لله تعالى

Lafal niat untuk yang satu roka’at:

أصلى سنة ركعة من الوتر مستقبل القبلة أداء اماما /مأموما لله تعالى

Wallahu a’lamu bishshowab

Referensi:

شرح الرياض البديعة ص:٣٦-٣٧

(وأدنى الكمال ثلاث ركعات) وينوى بالأخيرة الوتر ويتخير في غيرها بين نية صلاة الليل ومقدمة الوتر وسنته وركعتين من الوتر لأنهما بعضه ولا يصح أن ينوى بالركعتين وترا لأنهما شفع لا وتر* ويجوز في الأخيرة أن يقول ركعة من الوتر لأنها بعضه أيضا.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *